Sayid Machmoed BSA
Sayid Machmoed BSA

@sayid__machmoed

27 تغريدة 2 قراءة Nov 19, 2024
Tafwidh Dan Tanzih Adalah Metode Ulama Salaf
Imam Bukhari yang merupakan salah seorang ulama hadist, berpegang dengan metode tafwidh dan tanzih.
Tafwidh = Menyerahkan makna bagi ayat-ayat Mutasyabihat kepada Allah SWT.
Tanzih = Menyucikan Allah SWT dari sifat makhluk. x.com
Hakikatnya, tafwidh + tanzih adalah sebahagian dari metode dalam manhaj Asya'irah.
Imam Ibrahim al-Laqqani al-Maliki al-Asy'ari, berkata:
وَكُلُّ نَصٍّ أَوْهَمَ التَّشْبِيهَ # أَوِّلْهُ أَوْ فَوِّضْ وَارُمْ تَنْزِيهًا
Dan setiap teks yang menimbulkan kekeliruan tasybih (penyerupaan dengan makhluk) takwilkan, atau serahkannya (tafwidh) sambil berniat mensucikan Allah dari setiap penyerupaan.
Madzhab Salaf adalah TAFWIDH MAKNA.
As Safarini Rahimahullah berkata:
فَمَذْهَبُ السَّلَفِ فِي آيَاتِ الصِّفَاتِ أَنَّهَا لَا تُؤَوَّلُ، وَلَا تُفَسَّرُ بَلْ يَجِبُ الْإِيمَانُ بِهَا، وَتَفْوِيضُ مَعْنَاهَا الْمُرَادُ مِنْهَا إِلَى اللَّهِ تَعَالَى،
“Madzhab Salaf dalam menyikapi ayat-ayat Sifat adalah tidak ditakwil dan tidak ditafsir, tapi wajib diimani dan ditafwidh MAKNA yang dimaksud kepada Allah SWT.”
📚Lawami’ul Anwar Al Bahiyyah, 1/219
Jadi, yang diserahkan adalah makna yang dimaksud, bukan kaifiyat (ukuran, bentuk, warna, dsb), sebab Allah adalah Maha Suci dari semua kaifiyat itu.
Kalau ada yang bertanya, “Apa beda antara keduanya?”
Jawab; Jelas beda, tafwidh makna berarti tidak menetapkan kaifiyat sama sekali, bahkan di nafikannya.
Sedangkan tafwidh kaifiyat berarti menetapkan bahwa Allah punya warna tapi tak ditentukan warna apa (apakah merah, hijau, biru, kuning atau warna lain),
Allah punya bentuk tapi tidak ditentukan bentuk apa (apakah kotak, bulat, segitiga, berbentuk manusia, jin, malaikat atau bentuk lain).
Maha suci Allah.
Contohnya begini:
QS. Thaha : 5
الرحمن على العرش استوى
Tafwidh Makna:
imani ayatnya, kami tolak makna dzahir tekstual yang menyatakan bahwa Allah membutuhkan tempat karena makna dzahir ini bertentangan dengan ayat yang muhkam (ليس كمثله شيء).
Makna tekstual ayat ini harus dipalingkan kepada makna hakikat yang sesuai dengan keagungan Allah.
Apa makna hakikat ayat ini? Kita serahkan kepada Allah.
Ini namanya Tafwid Makna تفويض المعنى
Itsbat Makna Dzahir (Metode Wahabi-Taymi)::
Imani ayatnya, lalu tetapkan maknanya sesuai dzahir teks sehingga Allah memang membutuhkan tempat untuk bersemayam.
Lalu bagaimana Allah bersemayam?
Diserahkan pada Allah, karena Allah yang tahu. Yang penting, bersemayam-nya Allah berbeda dengan bersemayam-nya makhluk.
Perhatikan perbedaanya, tipis sekali. Tapi yang itsbat makna dzahir berbahaya, karena bisa jatuh kepada konsep tajsim (menjisimkan Allah).
Perbedaan antara tafwidh makna dan itsbat makna dzohir ini bukan sekelas perbedaan furu', tapi menyangkut ushul agama atau pokok agama.
Dengan tafwidh makna, Dzat Allah tetap suci dari segala bentuk sifat cacat dan sifat-sifat khas makhluk.
Namun dengan itsbat makna dzohir, Dzat Allah ternista dengan sifat-sifat cacat dan sifat khas makhluk, seperti memiliki organ tubuh, membutuhkan tempat dan ilmu-Nya terbatas, walaupun diberi embel-embel "berbeda dengan makhluk" (ليس كمثله شيء)
Makanya Ahlussunnah Waljamaah (Asy'ariyah, Maturidiyah dan Atsariyah) menggunakan metode tafwidh makna dan takwil, bukan itsbat makna dzohir yang membuat penganutnya jatuh pada kefasikan.
Itulah bedanya antara tafwidh makna dan tafwidh kaifiyat.
Dan di zaman ini yang menggunakan itsbat makna dzahir adalah Wahabi.
Contoh lain:
يد kalau di terjemahkan artinya = tangan.
Makna tangan = anggota badan (jawarih atau al A'dho)
Kemudian Wahabi mengatakan Allah punya tangan, kaki, wajah, betis dan sifat makhluk yg lain.
Lalu di kasih embel embel, tangan, kaki, wajah, betis Allah tidak sama dengan tangan, kaki, wajah, betis makhluk.
Menyebalkan.!
Imam Abu Ja'far ath Thahawi (ulama salaf) berkata :
وَتَعَالَى عَنِ الْحُدُودِ وَالْغَايَاتِ وَالْأَرْكَانِ وَالْأَعْضَاءِ وَالْأَدَوَاتِ
Maha suci Allah dari al hudud (batas-batas), al ghoyat (ujung), al a'dho (anggota badan) dan al adwat (bagian untuk melakukan perbuatan).
📚Matan Aqidah ath Thahawiyyah
Qultu:
Tangan di dalam sifat manusia untuk melakukan perbuatan.
Sedangkan yad di dalam sifat Allah tidak serupa dengan tangan manusia.
Yad di dalam sifat Allah bukan al adwat, jelasnya bukan bagian dari dzat yang digunakan untuk melakukan perbuatan, karena dzat Allah tidak tersusun dari beberapa juz atau bagian-bagian.
Maha suci Allah dari sifat demikian.
Itulah bedanya antara tafwidh makna dan tafwidh kaifiyat.
Dan di zaman ini yang menggunakan itsbat makna dzahir adalah Wahabi.
Yang bisa membedakan keduanya hanyalah orang yang benar-benar mengkaji dan mendalami ilmu ulama salaf dengan pikiran yang jernih (ar-Rasikhun fii al-Ilmi).
Memang butuh kecerdasan dan kepintaran di dalam menyikapi ayat-ayat mutasyabihat.
Oleh sebab itu di dalam surat Ali Imron ayat 7 Allah menjuluki orang-orang yang selamat dari ayat mutasyabihat dengan julukan Arrosikhuuna fil 'ilmi
(orang-orang yang kokoh di dalam ilmu, maksudnya orang yang cerdas dan pintar serta luas ilmunya).
Maka dari itu, jika ada ustad-ustad Wahabi berbicara tentang ayat-ayat sifat, jangan dianggap, karena hanya membawa kepada kepandiran.
Faedah dari Syekh Yusri Rusdi al Hasany
Internasional Sama’ Hadist Sahih Al Bukhari - Malaysia
Semoga bermanfaat 🙏🏿🌹 x.com

جاري تحميل الاقتراحات...