ذلك، والجواب عما جاء مما يوهم معارضتها وليس معارضا، وقد أوضحت كل ذلك في جزء معروف، فالذي نختاره ونعمل به واشتهر عن السلف من أقوالهم وأفعالهم، جواز القيام واستحبابه في الوجه الذي ذكرناه...
“Berdiri karena menghormati tamu agung atau orang yang sepantasnya dihormati termasuk perbuatan mulia dengan maksud menghormati mereka. Ada banyak hadits shahih terkait permasalahan ini. Saya telah mengumpulkan pandangan-pandangan orang-orang saleh dan perkataan ulama tentangnya.
Saya juga menjawab penyelesaian dalil yang dianggap kontradiksi, padahal sejatinya tidak terdapat kontradiksi dalil dalam kasus ini. Saya telah menjelaskan semuanya pada bagian yang cukup populer.
Pendapat yang kami pilih dan kami amalkan, pendapat ini juga didukung oleh pernyataan ulama salaf, baik berupa perkataan maupun tindakan, adalah boleh dan dianjurkan berdiri untuk menghormati kedatangan seseorang sebagaimana yang telah disebutkan.”
Pendapat Imam An-Nawawi ini diperkuat oleh banyak hadits tentang anjuran berdiri karena kedatangan tamu terhormat. Misalnya kisah Sa’id Ibn Mu’adz yang datang kepada Nabi Muhammad Sallaahu alayhi wasallam setelah memutuskan perkara di Bani Quraizhah.
Pada saat hampir sampai di masjid, Nabi Muhammad Sallallahu alayhi wasallam memerintahkan kepada kaum Ansor untuk berdiri: “Qumu li sayyidikum (berdirilah karena kedatangan tuanmu)”
Adapun Hadits dalam video tersebut memang ada, dan disebutkan dalam musnad Imam Ahmad dan juga Sunan Abu Daud dengan derajat hadits yang shahih.
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Barangsiapa senang melihat orang lain berdiri karenanya, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.”
Hadist serupa juga terdapat dalam kitab Adabul Mufrad karya imam Bukhari, dari Muawiyah Radhiyallahu'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :
Hadist serupa juga terdapat dalam kitab Adabul Mufrad karya imam Bukhari, dari Muawiyah Radhiyallahu'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمْثَلَ لَهُ عِبَادُ اللهِ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ بَيْتًا فِيْ النَّارِ
“Barangsiapa yang menyukai hamba-hamba Allah berdiri menghormatinya maka hendaklah ia menyiapkan rumahnya dari api neraka.”
“Barangsiapa yang menyukai hamba-hamba Allah berdiri menghormatinya maka hendaklah ia menyiapkan rumahnya dari api neraka.”
Jelas disitu Baginda Nabi ﷺ memberi peringatan kepada orang yang suka/ingin orang lain berdiri untuknya bukan larangan berdiri bagi yang duduk
Hadits yang sangat mudah dipahami, itu tidak berlaku untuk yang menghormati. Sama halnya dengan hadits yang menyuruh memuliakan tamu, tapi tamu tetap tidak boleh minta dihormati.
Hak bagi kita memuliakan seorang ulama.
Hak juga bagi mereka untuk tetap tawadhu.
قِيَامِي لِلْعَزِيزِ عَلَيَّ فَرْضٌ ... وَتَرْكُ الْفَرْضِ مَا هُوَ مُسْتَقِيمُ
عَجِبْت لِمَنْ لَهُ عَقْلٌ وَفَهْم ... يَرَى هَذَا الْجَمَالَ وَلَا يَقُومُ
Hak juga bagi mereka untuk tetap tawadhu.
قِيَامِي لِلْعَزِيزِ عَلَيَّ فَرْضٌ ... وَتَرْكُ الْفَرْضِ مَا هُوَ مُسْتَقِيمُ
عَجِبْت لِمَنْ لَهُ عَقْلٌ وَفَهْم ... يَرَى هَذَا الْجَمَالَ وَلَا يَقُومُ
Sesederhana itu padahal, sayangnya wahabi tidak memahaminya secara lengkap. Atau memahaminya tanpa mengkuti pendapat para ulama
Bagi orang awam, jika menemukan ayat atau hadist, sudah seharusnya menyimak penjelasan para ulama dengan baik terlebih dahulu.
Semoga bermanfaat🙏🏿🌹
Bagi orang awam, jika menemukan ayat atau hadist, sudah seharusnya menyimak penjelasan para ulama dengan baik terlebih dahulu.
Semoga bermanfaat🙏🏿🌹
جاري تحميل الاقتراحات...