Sayid Machmoed BSA
Sayid Machmoed BSA

@sayid__machmoed

13 تغريدة 4 قراءة Jul 30, 2024
Mujassimah juga berdalil dengan Al Quran dan Hadist Ustadz @Firanda_Andirja
Berikut beberapa keyakinan Mujassimah yang menggunakan dalil baik dari Al Quran maupun Hadist
1. Mujassimh meyakini bahwa Tuhan mereka berbentuk manusia (lelaki).
Dalilnya hadist;
“Allah menciptakan Adam dengan bentuk Ar Rahman” maksudnya bentuk Allah.
Jadi, Allah berbentuk manusia menurut Mujassimah.
Dalil lain hadist “Saya melihat tuhanku dalam rupa seorang pemuda tampan.”
2. Mujassimah meyakini bahwa Tuhan mereka duduk bersemayam di atas singgasana (Arasy).
Dalilnya ayat: “Allah beristiwa di atas Arasy” arti beristiwa menurut mereka adalah duduk, menetap dan bersemayam tanpa bersentuhan dengan Arasy (melayang-layang)
3. Mujassimah meyakini bahwa singgasana Tuhan mereka dipikul oleh 4 makhluk berwajah singa, elang, lembu, pemuda.
Dalilnya riwayat: “Saya melihat tuhanku di atas kursi di atas karpen hijau dipikul oleh empat makhluk berwajah singa, elang, lembu dan pemuda”.
Di bawah singgasana ada langit, bumi dan seisinya.
Dalilnya hadist Au’al (delapan ekor kambing di atas langit) yang isinya secara ringkas:
“Di atas bumi ada awan.
Di atas awan ada langit. Di atas langit ada lautan. Di atas lautan ada delapan ekor kambing.
Di atas kambing ada Arasy (singgasana tuhan). Di atas Arasy ada Allah.”
Jadi, posisi Allah berada di urutan teratas di antara deretan makhlukNya secara inderawi (hissi).
4. Mujassimah meyakini bahwa Tuhan mereka tersusun atas organ-organ tubuh: dua tangan, dua mata, satu kaki, satu betis, jari-jari dan wajah.
Dalilnya ayat: “Kedua tanganNya terbentang”.
Ayat: “Kapal itu berlayar dengan mata-mata Kami”.
Hadist: “Allah meletakkan kakiNya di neraka”
Ayat: “Pada hari kiamat disingkap betis”.
Hadist: “Hati manusia berada di antara jari-jari Allah”.
Ayat: “Semua yang di atas bumi hancur kecuali wajah Allah”.
Mereka berkata: semua itu tidak boleh ditakwil.
5. Mujassimah meyakini bahwa Tuhan mereka turun ke langit pertama (langit ke-1 dari 7 langit) setiap malam dan naik lagi ke atas sebelum Subuh. Dalilnya hadist: “Tuhan kita turun ke langit pertama setiap malam.” Kata mereka: tidak boleh ditakwil dengan “turun rahmatNya”.
Kemudian mereka menutup dengan ungkapan: “Tapi Allah tidak sama dengan makhluk”.
Fokus pada kata “sama”.
Yang ditolak hanya kesamaan (total), bukan keserupaan (sebagian)
Pertanyaan:
Bukahkah Asy’ariah juga berdalil dengan Al Quran dan As Sunnah?
Jawabnya: ya, tentu saja.
Lalu apa perbedaannya?
Jawabnya: Perbedaannya terletak pada pemahaman terhadap ayat-ayat Al Quran dan hadist-hadist yang dijadikan dalil.
Meskipun ayat dan hadistnya boleh jadi sama, tapi pemahamannya berbeda.
Antum @Firanda_Andirja bisa mengutip seribu ayat dan hadits lalu mengklaim sesuai al Qur'an dan hadits, itu bukan urusan kami. Karena Allah sudah mengabarkan bahwa orang sesat bisa mengutip ayat mutasyabihat yang memungkinkan mereka membawanya kepada maksud mereka yang rusak.
@Firanda_Andirja Tugas kami adalah menampakkan kedunguan kalian, ketika kalian mengklaim sesuai madzhab salaf. Yaitu dengan menampakkan perbedaan ushul aqidah antara Madzhab Salaf dan Wahabi.
Semoga Allah mejauhkan kita semua dari akidah sesat ajaran Wahabi, Amin🤲🏿
Semoga bermanfaat 🙏🏿🌹

جاري تحميل الاقتراحات...