10 تغريدة 11 قراءة Jan 08, 2024
Dari melawan komunisme sampe terorisme, konon mereka selalu ada di negara kita.
Apakah peristiwa berdarah tahun '65 juga ulah mereka?
Inilah jejak spionase CIA di Indonesia.
#UtasMILD #CIA
Di masa perang dingin antara Amerika Serikat (AS) dengan Uni Soviet, lahirlah Doktrin Presiden Truman yang intinya mengisolasi ideologi komunis.
Negara-negara yang disinyalir "dekat" dengan komunisme, berada dalam pengawasan AS.
Indonesia yang kala itu di bawah pemerintahan Presiden Sukarno juga masuk dalam intaian CIA.
Hal ini karena konon katanya, Presiden Sukarno dinilai lebih condong kepada Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dalam buku “Legacy of Ashes, the History of CIA” karya jurnalis Tim Weiner, dikatakan bahwa CIA berhasil merekrut mantan Menlu Adam Malik sebagai agen mereka.
Perekrutan ini kemudian dibenarkan oleh perwira CIA Clyde Mcavoy pada wawancara di tahun 2005.
“Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut,” kata Mcavoy.
Menurut Weiner, CIA merekrut Adam Malik untuk melancarkan rencana pemusnahan ideologi komunis sepenuhnya dari Indonesia.
G-30S/PKI disebut sebagai ✨mahakarya✨ Adam Malik bersama Jenderal Soeharto dengan pendanaan operasi dari CIA.
Tujuannya? Agar operasi antiPKI & penumbangan rezim Soekarno lancar dilaksanakan~
Atas jasanya menjadi agen intelijen, Adam Malik pun mendapat pujian dari Wakil Presiden Amerika Serikat Hubert H Humphrey sebagai orang cerdas yang pernah dia temui.
Berkat dukungan Amerika juga, Adam Malik disebut pernah duduk menjadi Ketua Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Spionase CIA di Indonesia memang tak pernah berhenti dalam menerapkan pengaruh mereka dalam dunia intelijen.
Setelah sukses dengan operasi pemusnahan ideologi komunis, kini dinas rahasia milik paman Sam itu gencar melakukan operasi intelijen pencegahan terorisme pasca tragedi 9/11.
George W. Bush adalah Presiden Amerika yang paling gencar menghamburkan uang soal ini. Dia pun tak pernah mendengar teriakan warganya atas invasi militer ke Afganistan yang banyak menelan korban sipil.
Sebagai negara adikuasa, Amerika tentu bakal memberikan pengaruhnya ke negara-negara lain, tak terkecuali di Indonesia.
Karena pengaruhnya yang kuat inilah, BIN berhasil membekuk Umar Al-Faruq yang merupakan kaki tangan Osama Bin Laden, di tahun 2002 di Bogor, Jawa Barat.
Keberhasilan ini tak lepas dari bantuan CIA yang memberikan informasi lewat intelijen mereka.
"Penangkapan itu menjadi prestasi bagi BIN,” kata Mantan Wakil Kepala BIN As’ad Said Ali.
Sampai hari ini, banyak yang meyakini bahwa sejatinya CIA tidak pernah meninggalkan Indonesia sendiri.
Jadi selalu perhatikan sekelilingmu, siapa tau nanti bisa ketemu😏
*wih ada tukang bakso lewat, beli ah~*
tirto.id

جاري تحميل الاقتراحات...