NU Online
NU Online

@nu_online

10 تغريدة 17 قراءة Nov 15, 2023
Para Perempuan NU yang Menjadi Anggota Konstituante RI
- A Thread
#NUOnline
Pada tahun 1955, Indonesia baru mengadakan Pemilu nasional yang pertama. Pada bulan September, rakyat memilih wakilnya, dan pada bulan Desember mereka kembali memilih wakil-wakil yang lebih banyak lagi, yang bekerja di sebuah institusi yang dikenal dengan nama Konstituante.
Terdapat 97 nama anggota Konstituante dari Fraksi Nahdlatul Ulama (NU), yang kala itu masih menjadi partai politik. 97 orang dari Fraksi NU itu, 7 di antaranya merupakan anggota perempuan.
1) Nyai Solichah Saifuddin Zuhri Lahir di Purworejo pada 1 Oktober 1924, istri dari KH Saifuddin Zuhri ini terpilih menjadi anggota Konstituante RI. Tercatat mulai dari November 1956 hingga Juli 1959, ia termasuk dari beberapa kader Muslimat NU yang menjadi anggota Konstituante.
2) Nyai Abidah Machfudz
Nyai Abidah berkiprah di Muslimat NU dan terpilih sebagai anggota Konstituante RI. Putri dari Nyai Khairiyah dan cucu KH Hasyim Asy’ari tersebut lahir di Jombang, tahun 1924. Istri dari KH Machfudz Anwar tersebut, juga aktif menjadi pengajar di MI Seblak, Diwek, Jombang.
3) Nyai Siti Djamrud Daeng Tjaja
Nyai Siti Djamrud berasal dari Morowali, Sulawesi Tengah. Ia merupakan anggota Konstituante dengan status atau tipe anggota pengganti, meski tidak dijelaskan lebih rinci ia menggantikan siapa.
Selain anggota Konstituante RI, ia juga didapuk menjadi Ketua PC Muslimat NU Makassar pada tahun 1953.
4) Nyai Aisjah Dachlan
Selain menjadi anggota Konstituante RI, ia juga terpilih sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU (1956-1959). Kemudian setelah dari Fatayat ia lebih banyak berkiprah di Muslimat NU. Dalam Kongres Muslimat NU tahun 1979 di Semarang, ia ditunjuk menjadi Ketua PP Muslimat NU yang membidangi Dakwah.
5) Nyai Ratu Fatmah Chatib
Ia merupakan putri dari tokoh ulama Banten, KH Tubagus Achmad Chatib dan Ratu Hasanah. Perempuan yang pernah menjadi Ketua Cabang Muslimat NU Serang, Banten ini, terpilih menjadi anggota Konstituante RI pada Pemilu 1955. Pada tahun 1934-1938 ia pernah menjadi pengajar di sekolah Masyarikul Anwar Caringin, Labuan.
6) Nyai Nihajah Maksum
Tokoh Konstituante perempuan NU berikutnya berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Wanita kelahiran 10 Juli 1923 tersebut, mengawali kiprahnya dengan menjadi guru di Madrasah NU Cabang Surabaya (1938-1945). Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi guru agama di Sekolah Rakyat dan Madrasah Islamiah Nganjuk. Ia juga pernah mengajar di Madrasah Taswirul Afkar Surabaya (1949-1953).
7) Nyai Adiani Kertodiredjo
Nama terakhir, kembali berasal dari Jawa Timur, tepatnya dari Bondowoso. Nyai Adiani merupakan kelahiran dari Situbondo, 18 Desember 1908. Dari kesemua anggota Konstituante perempuan dari NU, ia mungkin yang paling sepuh.
Kiprahnya di Muslimat NU, dimulai pada tahun 1949, ia menjadi pimpinan PC Muslimat NU Bondowoso sekaligus Anggota DPRDS. Tahun 1952-196, ia sempat menjadi anggota Majelis Konsul (Wilayah) Muslimat NU di Surabaya dan pada tahun yang sama menjabat sebagai Komisaris Daerah Muslimat NU Besuki.
Demikianlah, profil singkat 7 wanita Anggota Konstituante RI dari NU. Kiprah mereka, bersama para generasi awal perempuan NU yang menjadi Anggota DPR RI, tentu menjadi inspirasi bagi para kader perempuan NU di masa itu juga berikutnya.
Selengkapnya di: nu.or.id

جاري تحميل الاقتراحات...