Kata ku-/-ku dan kau- merupakan bentuk ringkas dari kata ganti (pronomina) “aku” dan “engkau”, sedangkan -mu dari “kamu”.
Bentuk ringkas ini disebut klitik dan SELALU ditulis SERANGKAI dengan kata lain yang mengikuti atau mendahuluinya.
Namun, ada syaratnya.
Bentuk ringkas ini disebut klitik dan SELALU ditulis SERANGKAI dengan kata lain yang mengikuti atau mendahuluinya.
Namun, ada syaratnya.
Baik ku- maupun kau- HARUS ditulis serangkai dengan kata kerja TANPA prefiks (awalan) yang mengikutinya.
Contoh:
Kubaca, berarti ‘dibaca oleh aku’ (pasif)
Kaumasak, berarti ‘dimasak oleh engkau’ (pasif)
Contoh:
Kubaca, berarti ‘dibaca oleh aku’ (pasif)
Kaumasak, berarti ‘dimasak oleh engkau’ (pasif)
Sementara itu, -ku maupun -mu HARUS ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Contoh:
Bukuku, bukumu
Ibuku, ibumu
Keluargaku, keluargamu
Saranku, saranmu
Mengirimiku, mengirimimu
Memberiku, memberimu
Mengantarku, mengantarmu
Contoh:
Bukuku, bukumu
Ibuku, ibumu
Keluargaku, keluargamu
Saranku, saranmu
Mengirimiku, mengirimimu
Memberiku, memberimu
Mengantarku, mengantarmu
Kembali ke pertanyaan: “kau sudah” atau “kausudah”?
Balik lagi, kau- ditulis serangkai jika bermakna pasif.
Bisakah “kau sudah” dibuat menjadi bentuk pasif? Enggak bisa. Karena itu tetap ditulis terpisah.
Balik lagi, kau- ditulis serangkai jika bermakna pasif.
Bisakah “kau sudah” dibuat menjadi bentuk pasif? Enggak bisa. Karena itu tetap ditulis terpisah.
جاري تحميل الاقتراحات...